Sabtu, 29 Januari 2011

Didukung oleh Blogger.

Adolf Hitler

Adolf Hitler 
Adolf Hitler lahir tahun 1889 di Braunau, Austria. Sebagai remaja dia merupakan seorang seniman gagal yang kapiran dan kadang-kadang dalam usia mudanya dia menjadi seorang nasionalis Jerman yang fanatik. Di masa Perang Dunia ke-I, dia masuk Angkatan Bersenjata Jerman, terluka dan peroleh dua medali untuk keberaniannya.

Kekalahan Jerman membikinnya terpukul dan geram. Di tahun 1919 tatkala umurnya menginjak tiga puluh tahun, dia bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan di Munich, dan segera partai ini mengubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman (diringkas Nazi). Dalam tempo dua tahun dia menanjak jadi pemimpin yang tanpa saingan yang dalam julukan Jerman disebut “Fuehrer.”

Di bawah kepemimpinan Hitler, partai Nazi dengan kecepatan luar biasa menjadi suatu kekuatan dan di bulan Nopember 1923 percobaan kupnya gagal. Kup itu terkenal dengan sebutan “The Munich Beer Hall Putsch.” Hitler ditangkap, dituduh pengkhianat, dan terbukti bersalah. Tetapi, dia dikeluarkan dari penjara sesudah mendekam di sana kurang dari setahun.

Di tahun 1928 partai Nazi masih merupakan partai kecil. Tetapi, depressi besar-besaran membikin rakyat tidak puas dengan partai-partai politik yang besar dan sudah mapan. Dalam keadaan seperti ini partai Nazi menjadi semakin kuat, dan di bulan Januari 1933, tatkala umurnya empat puluh empat tahun, Hitler menjadi Kanselir Jerman.

Dengan jabatan itu, Hitler dengan cepat dan cekatan membentuk kediktatoran dengan menggunakan aparat pemerintah melabrak semua golongan oposisi. Perlu dicamkan, proses ini bukanlah lewat erosi kebebasan sipil dan hak-hak pertahankan diri terhadap tuduhan-tuduhan kriminal, tetapi digarap dengan sabetan kilat dan sering sekali partai Nazi tidak ambil pusing dengan prosedur pengajuan di pengadilan samasekali. Banyak lawan-lawan politik digebuki, bahkan dibunuh langsung di tempat. Meski begitu, sebelum pecah Perang Dunia ke-2, Hitler meraih dukungan sebagian terbesar penduduk Jerman karena dia berhasil menekan jumlah pengangguran dan melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi.

Hitler kemudian merancang jalan menuju penaklukan-penaklukan yang ujung-ujungnya membawa dunia ke kancah Perang Dunia ke-2. Dia merebut daerah pertamanya praktis tanpa lewat peperangan samasekali. Inggris dan Perancis terkepung oleh pelbagai macam kesulitan ekonomi, karena itu begitu menginginkan perdamaian sehingga mereka tidak ambil pusing tatkala Hitler mengkhianati Persetujuan Versailles dengan cara membangun Angkatan Bersenjata Jerman. Begitu pula mereka tidak ambil peduli tatkala Hitler menduduki dan memperkokoh benteng di Rhineland (1936), dan demikian juga ketika Hitler mencaplok Austria (Maret 1938). Bahkan mereka terima sambil manggut-manggut ketika Hitler mencaplok Sudetenland, benteng pertahanan perbatasan Cekoslowakia. Persetujuan internasional yang dikenal dengan sebutan “Pakta Munich” yang oleh Inggris dan Perancis diharapkan sebagai hasil pembelian “Perdamaian sepanjang masa” dibiarkan terinjak-injak dan mereka bengong ketika Hitler merampas sebagian Cekoslowakia beberapa bulan kemudian karena Cekoslowakia samasekali tak berdaya. Pada tiap tahap, Hitler dengan cerdik menggabung argumen membenarkan tindakannya dengan ancaman bahwa dia akan perang apabila hasratnya dianggap sepi, dan pada tiap tahap negara-negara demokrasi merasa gentar dan mundur melemah.

Tetapi, Inggris dan Perancis berketetapan hati mempertahankan Polandia, sasaran Hitler berikutnya. Pertama Hitler melindungi dirinya dengan jalan penandatangan pakta “Tidak saling menyerang” bulan Agustus 1939 dengan Stalin (hakekatnya perjanjian itu perjanjian agresi karena keduanya bersepakat bagaimana membagi dua Polandia buat kepentingan masing-masing). Sembilan hari kemudian, Jerman menyerang Polandia dan enam belas hari sesudah itu Uni Soviet berbuat serupa. Meskipun Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Jerman, Polandia segera dapat ditaklukkan.

Tahun puncak kehebatan Hitler adalah tahun 1940. Bulan April, Angkatan Bersenjatanya melabrak Denmark dan Norwegia. Bulan Mei, dia menerjang Negeri Belanda, Belgia, dan Luxemburg. Bulan Juni, Perancis tekuk lutut. Tetapi pada tahun itu pula Inggris bertahan mati-matian terhadap serangan udara Jerman-terkenal dengan julukan “Battle of Britain” dan Hitler tak pernah sanggup menginjakkan kaki di bumi Inggris.

Pasukan Jerman menaklukkan Yunani dan Yugoslavia di bulan April 1941. Dan di bulan Juni tahun itu pula Hitler merobek-robek “Perjanjian tidak saling menyerang” dengan Uni Soviet dan membuka penyerbuan. Angkatan Bersenjata Jerman dapat menduduki bagian yang amat luas wilayah Rusia tetapi tak mampu melumpuhkannya secara total sebelum musim dingin. Meski bertempur lawan Inggris dan Rusia, tak tanggung-tanggung Hitler memaklumkan perang dengan Amerika Serikat bulan Desember 1941 dan beberapa hari kemudian Jepang melabrak Amerika Serikat, mengobrak-abrik pangkalan Angkatan Lautnya di Pearl Harbor.

Di pertengahan tahun 1942 Jerman sudah menguasai bagian terbesar wilayah Eropa yang tak pernah sanggup dilakukan oleh siapa pun dalam sejarah. Tambahan pula, dia menguasai Afrika Utara. Titik balik peperangan terjadi pada parohan kedua tahun 1942 tatkala Jerman dikalahkan dalam pertempuran rumit di El-Alamein di Mesir dan Stalingrad di Rusia. Sesudah kemunduran ini, nasib baik yang tadinya memayungi tentara Jerman angsur-berangsur secara tetap meninggalkannya. Tetapi, kendati kekalahan Jerman tampaknya tak terelakkan lagi, Hitler menolak menyerah. Bukannya dia semakin takut, malahan meneruskan penggasakan selama lebih dari dua tahun sesudah Stalingrad. Ujung cerita yang pahit terjadi pada musim semi tahun 1945. Hitler bunuh diri di Berlin tanggal 30 April dan tujuh hari sesudah itu Jerman menyerah kalah.

Selama masa kuasa, Hitler terlibat dalam tindakan pembunuhan massal yang tak ada tolok tandingannya dalam sejarah. Dia seorang rasialis yang fanatik, spesial terhadap orang Yahudi yang dilakukannya dengan penuh benci meletup-letup. Secara terbuka dia mengumumkan bunuh tiap orang Yahudi di dunia. Di masa pemerintahannya, Nazi membangun kampkamp pengasingan besar, dilengkapi dengan kamar gas. Di tiap daerah yang menjadi wilayah kekuasaannya, orang-orang tak bersalah, lelaki dan perempuan serta anak-anak digiring dan dijebloskan ke dalam gerbong ternak untuk selanjutnya dicabut nyawanya di kamar-kamar gas. Dalam jangka waktu hanya beberapa tahun saja sekitar 6.000.000 Yahudi dipulangkan ke alam baka.

Yahudi bukan satu-satunya golongan yang jadi korban Hitler. Di masa pemerintahan kediktatorannya, orang-orang Rusia dan Gypsy juga dibabat, seperti juga halnya menimpa orang-orang yang dianggap termasuk ras rendah atau musuh-musuh negara. Jangan sekali-kali dibayangkan pembunuhan ini dilakukan secara spontan, atau dalam keadaan panas dan sengitnya peperangan. Melainkan Hitler membangun kamp mautt itu dengan organisasi yang rapi dan cermat seakan-akan dia merancang sebuah perusahaan bisnis besar. Data-data tersusun, jumlah ditetapkan, dan mayat-mayat secara sistematis dipreteli anggota-anggota badannya yang berharga seperti gigi emas dan cincin kawin. Juga banyak dari jenazah-jenazah itu dimanfaatkan buat pabrik sabun. Begitu telitinya rencana pembunuhan oleh Hitler hingga bahkan di akhir-akhir perang akan selesai, tatkala Jerman kekurangan bahan-bahan buat penggunaan baik sipil maupun militer, gerbong ternak masih terus menggelinding menuju kamp-kamp pembunuhan dalam rangka missi teror non-militer.

Dalam banyak hal, jelas sekali kemasyhuran Hitler akan tamat. Pertama, dia oleh dunia luas dianggap manusia yang paling jahanam sepanjang sejarah. Jika orang seperti Nero dan Caligula yang salah langkahnya amat tidak berarti jika dibanding Hitler dan Hitler masih saja tetap jadi lambang kekejaman selama 20 abad, tampaknya tak melesetlah jika orang meramalkan bahwa Hitler yang begitu buruk reputasinya tak terlawankan dalam sejarah akan dikenang orang untuk berpuluh-puluh abad lamanya.

Lebih dari itu, tentu saja, Hitler akan dikenang sebagai biang keladi pecahnya Perang Dunia ke-2, perang terbesar yang pernah terjadi di atas bumi. Kemajuan persenjataan nuklir seakan merupakan kemustahilan akan terjadi perang yang berskala luas di masa depan. Karena itu, bahkan dua atau tiga ribu tahun lagi dari sekarang, Perang Dunia ke-2 mungkin masih dianggap kejadian besar dalam sejarah.

Lebih jauh lagi, Hitler akan tetap terkenal karena seluruh kisah menyangkut dirinya begitu menyeramkan dan menarik, betapa seorang asing (Hitler dilahirkan di Austria, bukan Jerman), betapa seorang yang tak punya pengalaman politik samasekali, tak punya duit, tak punya hubungan politik, mampu –dalam masa kurang dari empat belas tahun– menjadi pemimpin kekuatan dunia yang menonjol, sungguh-sungguh mengagumkan. Kemampuannya selaku orator betul-betul luar biasa. Diukur dari kemampuannya menggerakkan massa dalam tindakan-tindakan penting, bisa dikatakan bahwa Hitler merupakan seorang orator terbesar dalam sejarah. Akhirnya, cara kotor yang mengangkatnya ke puncak kekuasaan, sekali terpegang tangannya tak akan cepat terlupakan.

Mungkin tak ada tokoh dalam sejarah yang punya pengaruh begitu besar terhadap generasinya ketimbang Adolf Hitler. Di samping puluhan juta orang yang mati dalam peperangan yang dia biang keladinya, atau mereka yang mati di kamp konsentrasi, masih berjuta juta orang terlunta-lunta tanpa tempat bernaung atau yang hidupnya berantakan akibat perang.

Perkiraan lain mengenai pengaruh Hitler harus mempertimbangkan dua faktor. Pertama, banyak yang betul-betul terjadi di bawah kepemimpinannya tak akan pernah terjadi andaikata tanpa Hitler. (Dalam kaitan ini dia amat berbeda dengan tokoh-tokoh seperti Charles Darwin atau Simon Bolivar). Tentu saja benar bahwa situasi di Jerman dan Eropa menyediakan kesempatan buat Hitler. Gairah kemiliterannya dan anti Yahudinya, misalnya, memang memukau para pendengamya. Tak tampak tanda-tanda, misalnya, bahwa umumnya bangsa Jerman di tahun 1920-an atau 1930-an bermaksud punya pemerintahan seperti yang digerakkan oleh Hitler, dan sedikit sekali tanda-tanda bahwa pemuka-pemuka Jerman lainnya akan berbuat serupa Hitler. Apa yang dilakukan Hitler sedikit pun tak pernah diduga akan terjadi oleh para pengamat.

Kedua, seluruh gerakan Nazi dikuasai oleh seorang pemimpin hingga ke tingkat yang luar biasa. Marx, Lenin, Stalin dan lain-lain pemimpin sama-sama punya peranan terhadap tumbuhnya Komunisme. Tetapi, Nasional Sosialisme tak punya pemimpin penting sebelum munculnya Hitler, begitu pula tak ada sesudahnya. Hitler memimpin partai itu ke puncak kekuasaan dan tetap berada di puncak. Ketika dia mati, partai Nazi dan pemerintahan yang dipimpinnya mati bersamanya.

Tetapi, meski pengaruh Hitler terhadap generasinya begitu besar, akibat dari tindakan-tindakannya di masa depan tampaknya tidaklah seberapa besar. Hitler boleh dibilang gagal total merampungkan sasaran cita-cita yang mana pun, dan akibat-akibat yang tampak pada generasi berikutnya malah kebalikannya dari apa yang ia kehendaki. Misalnya, Hitler bermaksud menyebarkan pengaruh Jerman serta wilayah kekuasaan Jerman. Tetapi, daerah-daerah taklukannya, meski teramat luas, hanyalah bersifat singkat dan sementara. Dan kini bahkan Jerman Barat dan Jerman Timur jika digabung jadi satu masih lebih kecil ketimbang Republik Jerman tatkala Hitler jadi kepala pemerintahan.

Adalah dorongan nafsu Hitler ingin membantai Yahudi. Tetapi lima belas tahun sesudah Hitler berkuasa, sebuah negara Yahudi merdeka berdiri untuk pertama kalinya setelah 2000 tahun. Hitler membenci baik Komunisme maupun Uni Soviet. Tetapi, sesudah matinya dan sebagian disebabkan oleh perang yang dimulainya, Rusia malahan memperluas daerah kekuasaannya di wilayah yang luas di Eropa Timur dan pengaruh Komunisme di dunia malahan semakin berkembang. Hitler menggencet demokrasi malahan bermaksud menghancurkannya, bukan saja di negeri lain melainkan di Jerman sendiri. Namun, Jerman Barat sekarang menjadi negeri yang menjalankan demokrasi dan penduduknya kelihatan lebih membenci kediktatoran dari generasi yang mana pun sebelum masa Hitler.

Apakah sebabnya terjadi kombinasi yang aneh dari pengaruhnya yang luar biasa besar pada saat dia berkuasa dengan pengaruhnya yang begitu mini pada generasi sesudahnya? Akibat-akibat yang ditimbulkan Hitler pada saat hidupnya begitu luar biasa besar sehingga nyatalah Hitler memang layak ditempatkan di urutan agak tinggi dalam daftar buku ini.

Kendati begitu, tentu saja dia mesti ditempatkan di bawah tokoh-tokoh seperti Shih Huang Ti, Augustus Caesar dan Jengis Khan yang perbuatannya mempengaruhi dunia yang berdaya jangkau jauh sesudah matinya. Yang nyaris sejajar kedudukannya dengan Hitler adalah Napoleon dan Alexander Yang Agung. Dalam masa yang begitu singkat, Hitler dapat mengobrak-abrik dunia jauh lebih parah dari kedua orang itu. Hitler ditempatkan di bawah urutan mereka karena mereka punya pengaruh yang lebih lama

Sumber:
100 tokoh paling berpengaruh di dunia
http://www.2lisan.com/biografi/pemimpin-biografi/biografi-adolf-hitler-2/

Penyerangan Jerman ke Polandia (war2.mobius.co.id )









post post Comments (0) postJanuary 3, 2011
Bulan Maret 1938 masuklah tentara Jerman ke Austria. Bulan September 1938 Inggris dan Prancis mengalah pada Perjanjian Muenchen, dan bulan berikutnya Jerman menduduki Sudetenland, sebagian wilayah Cekoslowakia. Bulan Maret 1939 Hitler menyerbu seluruh Cekoslowakia, bertentangan dengan Perjanjian Muenchen. Inggris dan Prancis tidak bergeming, kelemahan Perdana Menteri Neville Chamberlain dan Perdana Menteri Edouard Daladier justru membangkitkan semangat Hitler untuk melanjutkan agresinya. Calon mangsa berikutnya adalah Polandia.
Kalangan militer Jerman sangat khawatir bahwa penyerbuan ke Polandia akan menghabiskan kesabaran Inggris, yang telah memberikan jaminan kedaulatan Polandia. Tapi Hitler berpendapat bahwa Inggris tidak akan berperang semata-mata hanya karena soal Polandia. Kekhawatiran lain adalah tentang Soviet Rusia, kalau Stalin mengambil tindakan dan Inggris Perancis juga. Maka Jerman akan terjepit diantara dua medan perang.
Hitler tetap pada pendiriannya untuk menyerang Polandia. Tanpa sepengetahuan jendral-jendralnya Hitler telah mengadakan perjanjian saling tidak menyerang dengan Stalin pada 22 Agustus 1939. Satu kekhawatiran telah teratasi, maka pada tanggal 1 September 1939, pukul 04.45 pagi, masuklah tentara Jerman melewati perbatasan Polandia tanpa menyatakan perang terlebih dahulu. Tembakan-tembakan dari kapal latih Jerman Schleswig Holstein terhadap sebuah markas garnisun Polandia di Westerplatte merupakan tembakan pertama pembuka Perang Dunia II.
Pada pukul 11, tanggal 1 September itu, Hitler menyatakan dalam sebuah pidato kepada Reichhstag (parlemen), bahwa Polandia telah diserbu. Reaksi Inggris atas serangan itu, pada tanggal 3 September Perdana Menteri Chamberlain menyatakan perang kepada Hitler, dan beberapa jam kemudian, atas desakan Inggris, Perancis pun menyatakan perang. Perang Dunia II telah pecah!
Kekuatan Pasukan
Dari sudut jumlah kekuatan kedua pihak tidak berbeda jauh. Jerman mengerahkan 56 divisi dan Polandia 40 divisi ditambah 10 brigade pasukan berkuda. Tapi dalam medan perang ini, yang menentukan bukanlah jumlah, tapi kecepatan Luftwaffe dan pasukan berlapis baja (divisi Panzer) yang bekerja sama erat sekali.
Pasukan Jerman terdiri dari lima Army Group dan cadangan, semua dibawah komando General Walther von Brauchitsch. Serangan dibagi menjadi tiga arah, dari Silesia/Moravia dan Slovakia, Western Pomerania, East Prussia. Serangan dari Silesia/Moravia dan Slovakia oleh Army Group South dipimpin oleh General Gerd von Rundstend dengan kekuatan 18 infantri, 4 slovak infantri, 4 divisi Panzer, 2 divisi bermotor, 4 divisi bermotor ringan. Army Group South mempunyai formasi kendaraan terkuat terdiri dari lebih 2000 tank dan 800 armored cars. Army Group North terdiri dari 2 group army yaitu Tentara ke-4 (8 infantri, 2 divisi bermotor, 1 divisi Panzer) dipimpin General Gunther von Kluge menyerang dari Western Pomerania. Tentara ke-3 (11 infantri, 1 divisi Panzer) dipimpin General Georg von Kuechler menyerang dari East Prussia. Army Group North dengan total 600 tank dan 200 armored cars dibawah komando Colonel General Feodor von Bock. Ketiga jurusan penyerangan langsung mengarah ke Ibu Kota Warsawa dan menghancurkan kekuatan Polandia di barat Sungai Vistula. Total kekuatan Jerman terdiri 1.850.000 tentara, lebih 3.100 tank dan 10.000 altileri, 2.085 pesawat.
Sedangkan pasukan Polandia berkekuatan 39 divisi infantri, 11 brigade berkuda, beberapa divisi tank semua dipimpin Marshal Edward Smigly-Ridz. Hanya pasukan-pasukan tersebut belum termobilisasi dan tidak siap untuk berperang, dan semua divisi-divisi tersebut dipencarkan untuk melindungi garis pertahanan sepanjang 1.600km. Sehingga kekuatan Polandia kuat di semua lini sekaligus lemah sepanjang garis. Total kekuatan Polandia terdiri dari 1.000.000 tentara, 900 tank, 4.300 altileri dan 435 pesawat. Sebagian saja persenjataan Polandia yang modern, sebagian besar sudah kuno, dikarenakan baru 1936 Polandia memulai program peremajaan senjatanya.
Serangan Jerman
Serangan didahului dengan pemboman dari udara oleh Luftwaffe, pembom tukik Stuka menghancurkan ratusan pesawat udara Polandia yang berpangkalan di lapangan terbang, sehingga superioritas di udara segera direbut Jerman. Pusat jalan kereta api dihancurkan, dan pusat mobilisasi tentara Polandia dihujani bom. Setelah angkatan perang Polandia dilumpuhkan, menerjanglah pasukan-pasukan bermotor Jeman jauh kedalam wilayah Polandia.
Pada awal September tanggal 1 dan 2, telah terjadi pertempuran sengit (Pertempuran Mlawa, Pertempuran Pomerania). Tentara Polandia bertempur mati-matian sambil mundur teratur ke timur dan berusaha mempertahankan garis pertahanan dan menghambat laju pasukan Jerman. Pada Tanggal 3 September Pasukan Jerman berhasil memutus rantai suplai pasukan Polandia. Pada hari yang sama Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman, tetapi tidak mengambil tindakan yang serius untuk membantu Polandia. Pasukan Polandia yang sebagian besar terdiri dari pasukan jalan kaki tidak mampu membalas ofensif dan membela garis pertahanan dari serangan Jerman dengan Panzernya. Banyak unit-unit pasukan yang terkepung dan dihancurkan.
Pasukan Polandia bertempur mati-matian mempertahankan wilayah, tetapi bantuan dari Inggris dan Perancis yang sangat diharapkan tidak datang juga. Pada tanggal 6 September, ofensif Army Group South mencapai Cracow dengan memaksa Army Krakow untuk mundur ke timur. Pada hari yang sama, setelah melalui pertempuran hebat, Piotkrow Trybunalski menyerah setelah ofensif yang gagal terhadap Army Group North.
Setelah ofensif dari kedua sayap Army Group dengan formasi yang seperti menjepit, maka pada 8 September Jerman mencapai Warsawa. Serangan terhadap Kota Warsawa dimulai tanggal 9 September, tentara Polandia berhasil bertahan menghadapi serangan Jerman. Bahkan berhasil melakukan ofensif balasan yang melahirkan pertempuran hebat (Pertempuran Bzura). Pasukan Polandia dari Army Pomorze dan Poznan melakukan ofensif untuk memukul mundur Jerman, tetapi karena suplai makanan dan amunisi yang terputus, ofensif tersebut gagal dan pada 20 September pasukan berhasil didesak ke Warsawa.
Invasi Soviet
Sementara itu, pada Minggu 17 September Tentara Merah menyerbu Polandia dari timur “membebaskan” dan “melindungi” Belorussians dan Ukraina di Polandia Timur. Serangan datang sebagai kejutan dan mobilisasi sisa tentara Polandia untuk menghadapinnya mustahil. Invasi Soviet ini adalah bagian dari pakta Ribbentrop-Molotov yang ditandatangani pada tanggal 23 Agustus 1939, yang didalamnya berisi perjanjian non-agresi dan perjanjian pembagian wilayah Polandia antara Jerman-Soviet. Kekuatan invasi Soviet itu terdiri dari dua front – Fro t Ukraina pimpinan General Timoszenko dan Front Belarus pimpinan Genaral Kowalow. Kedua front terdiri dari 1,5 juta tentara, 6191 tank, 1800 pesawat dan 9140 artileri. Setelah melalui pertempuran sengit, pada tanggal 18 September, Soviet menguasai Wilno, diikuti oleh Grodno dan Lwow pada 22 September, dan mencapai Sungai Bug pada tanggal 23 September. Komando Tinggi Polandia memerintahkan untuk tidak melawan Tentara Merah kecuali bila dilucuti senjata atau ditawan, karena melihat Soviet datang untuk membantu mereka melawan Jerman dan tidak memusuhi. Tapi pihak Polandia segera menyadari bahwa Soviet juga bermaksud untuk menjajah dan perlawananpun terjadi. Ofensif Soviet berhenti di garis dari Prusia Timur ke Sungai Bug.
Polandia Hancur
Serangan Jerman terhadap Warsawa berlangsung mulai 9 September hingga 24 September, pada tanggal 25 September serangan langsung melalui darat dan bombardir dari udara mulai dilakukan terhadap kota. Meskipun dapat bertahan, akhirnya tanggal 28 September Warsawa dapat direbut, lebih karena kondisi yang sulit dan kehabisan suplai baik makanan maupun persenjataan. Dan hingga 6 Oktober sisa-sisa pasukan Polandia dapat dilumpuhkan.
Blitzkrieg Lahir
Secara umum, Invasi Polandia mendemonstrasikan peperangan dengan kombinasi kecepatan dan kekuatan oleh divisi lapis baja (Panzer Divisions). Dan masa peperangan dengan pasukan besar dan kavaleri yang saling berhadapan berakhir. Dunia telah berkenalan buat pertama kali dengan suatu bentuk perang modern, perang kilat mekanis, Blitzkrieg yang berdasarkan dua unsur: kecepatan dan pendadakan.
Sumber : P.K. Ojong: Perang Eropa, www.achtungpanzer.com

Penyerangan Jerman ke Polandia

Jumat, 28 Januari 2011

Sejarah Nabi Muhammad Posted on 2 November 2009 by Yupi Tea

Dalam buku “Sejarah Hidup Muhammad” ini Dr. Haekal yang merangkaikan berbagai peristiwa dalam hidup Nabi Muhammad SAW dalam komposisi dan gaya yang teratur dan kuat. Diterangkannya alasan-alasan, maksud dan pertimbangannya dengan keterangan yang jelas dan kuat sekali, membuat pembaca merasa puas dan lega, merasa ada gairah dalam membaca, merasa sejuk hatinya karena dapat diyakinkan. Ia akan terpengaruh, akan dipaksanya terus membaca dan takkan melepaskannya sebelum selesai.
Dalam buku ini terdapat beberapa penyelidikan berharga di luar penulisan biografi, tetapi yang ada hubungannya dengan soal itu yang terbawa oleh adanya penguraian lebih luas dalam memberikan keterangan itu.
Kata Pengantar
muhammad sawSEJAK manusia berada di permukaan bumi ini, hasratnya ingin mengetahui segala hukum dan kodrat alam yang terdapat di sekitarnya, besar sekali. Makin dalam ia meneliti, makin tampak kepadanya kebesaran alam itu, melebihi yang semula. Kelemahan dirinya makin tampak pula dan keangkuhannyapun makin berkurang.
Demikianlah, Nabi yang membawa Islam itupun sama pula dengan alam itu. Sejak bumi ini menerima cahaya Nabi, para ulama berusaha mencari segi-segi kemanusiaan yang besar daripadanya, mencari nilai-nilai Asma Allah dalam pemikirannya, dalam akhlaknya, dalam ilmunya. Dan kalaupun mereka mampu mencapai pengetahuan itu seperlunya, namun sampai kini pengetahuan yang sempurna belum juga mereka capai. Perjuangan yang mereka hadapi masih panjang, jaraknya masih jauh, jalannyapun tak berkesudahan.
Kenabian adalah anugerah Tuhan, tak dapat dicapai dengan usaha. Akan tetapi ilmu dan kebijaksanaan Allah yang berlaku, diberikan kepada orang yang bersedia menerimanya, yang sanggup memikul segala bebannya. Allah lebih mengetahui di mana risalah-Nya itu akan ditempatkan. Muhammad s.a.w. sudah disiapkan membawa risalah (misi) itu ke seluruh dunia, bagi si putih dan si hitam, bagi si lemah dan si kuat. Ia disiapkan membawa risalah agama yang sempurna, dan dengan itu menjadi penutup para nabi dan rasul, yang hanya satu-satunya menjadi sinar petunjuk, sekalipun nanti langit akan terbelah, bintang-bintang akan runtuh dan bumi inipun akan berganti dengan bumi dan angkasa lain.
Kesucian para nabi dalam membawa risalah dan meneruskan amanat wahyu itu, adalah masalah yang tak dapat dimasuki oleh kaum cendekiawan. Bagi para nabi, sudah tak ada pilihan lain. Mereka menerima risalah dan amanat, dan itu harus disampaikan, sesudah mereka diberi cap dengan stempel kenabian. Tugas menyampaikan amanat demikian itu sudah menjadi konsekwensi wajar bagi seorang nabi, yang tak dapat dielakkan. Akan tetapi, tidak selamanya wahyu itu menyertai para nabi dalam tiap perbuatan dan kata-kata mereka. Mereka juga tidak bebas dari kesalahan. Bedanya dengan manusia biasa, Allah tidak membiarkan mereka hanyut dalam kesalahan itu sesudah sekali terjadi, dan kadang mereka segera mendapat teguran.
Muhammad s.a.w. telah mendapat perintah Tuhan guna menyampaikan amanat itu, dengan tidak dijelaskan jalan yang harus ditempuhnya, baik dalam cara menyampaikan risalah atau dalam cara, mempertahankannya. Pelaksanaannya diserahkan kepadanya, menurut kemampuan akalnya, pengetahuannya dan kecerdasannya, sebagaimana biasa dilakukan oleh kaum cerdik-pandai lainnya. Kemudian datang wahyu memberikan penjelasan secara tegas tentang segala sesuatu yang mengenai Zat Tuhan, ke-EsaanNya, Sifat-sifatNya serta cara-cara beribadat. Tetapi tidak demikian tata-cara kemasyarakatan, dalam keluarga, tentang desa dan kota, tentang negara, baik yang berdiri sendiri atau yang terikat oleh negara-negara lain.
muhammadDi samping itu masih banyak sekali bidang lain yang harus diselidiki sehubungan dengan kebesaran Nabi s.a.w. sebelum datangnya wahyu. Juga tidak kurang kebesaran itu yang harus diselidiki sesudah datangnya wahyu. Ia menjadi utusan Tuhan dan mengajak orang kepadaNya. Ia melindungi ajakannya (dakwah) itu serta membela kebebasan para penganjurnya. Ia menjadi pemimpin umat Islam, menjadi panglima perangnya; ia menjadi mufti, menjadi hakim dan organisator seluruh jaringan komunikasi dalam hubungan sesamanya dan antar-bangsa. Dalam segala hal ia dapat menegakkan keadilan. Ia mempersatukan bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok itu, sesuai dengan yang dapat diterima akal sehat. Ia telah memperlihatkan kemampuannya berpikir, ketenangannya serta pandangannya yang jauh. Ia dapat memperlihatkan kecerdasannya serta kemampuannya berpikir cepat dan tepat dengan keteguhan hati terhadap setiap kata dan perbuatan. Ia telah menjadi sumber ilmu dan pengetahuan. Ia menjadi lambang kefasihan, yang menyebabkan para ahli dalam bidang itu harus takluk dan menundukkan kepala, mengakui kebesaran dan kedahsyatannya. Akhirnya ia melepaskan dunia fana ini dengan rela hati atas pekerjaannya, yang juga sudah mendapat kerelaan Allah dan kaum Muslimin pula.
Semua segi itu perlu sekali dijadikan bahan studi dan perlu mendapat pengamatan yang lebih teliti. Supaya semua segi itu dapat dilaksanakan dengan baik, tentu tidak dapat dilakukan oleh hanya seorang saja. Bahkan satu segi sajapun takkan dapat dicapai.
Sebagaimana terhadap sejarah hidup orang-orang besar umumnya, orang biasanya suka menambahkan hal-hal yang tidak semestinya, demikian juga terhadap sejarah hidup Muhammad s.a.w. –baik karena didorong oleh rasa cinta dan maksud baik, ataupun karena didorong oleh rasa dengki dan maksud jahat. Hanya bedanya dari biografi orang-orang besar itu ialah, bahwa di sini tidak sedikit yang disertai dengan wahyu Ilahi dan jaminan akan terpeliharanya Qur’an Suci, disamping tidak sedikit pula keterangan-keterangan dari mereka yang hafal Qur’an daripada ahli-ahli hadis yang dapat dipercaya. Atas landasan-landasan yang kuat itulah penulisan sejarah harus didasarkan, dan dari situ pula para sarjana harus mengambil sumber-sumber pemikiran dan penelitiannya. Kemudian lalu membuat suatu analisa yang benar-benar ilmiah sifatnya, dengan melihat suasana lingkungan dan milieu serta kepercayaan-kepercayaan, susunan masyarakat dan adat-istiadat dari segala seginya yang berbagai ragam itu.
nabi muhammad saw emasDalam hal ini Dr. Haekal telah menyelesaikan karyanya, Hayat Muhammad, tentang peri hidup Muhammad s.a.w. Dengan senang hati sekali saya telah membaca sebagian buku itu sebelum seluruhnya selesai dicetak. Di kalangan pembaca berbahasa Arab Dr. Haekal sudah cukup dikenal dengan karya-karyanya yang tidak sedikit jumlahnya, sehingga tidak perlu lagi rasanya diperkenalkan. Dia adalah seorang sarjana hukum dan ahli filsafat. Posisi dan sifat jabatannya memungkinkan dia mengadakan hubungan dengan kebudayaan lama dan kebudayaan modern. Dalam hal ini ia telah dapat melaksanakan tugas itu sebaik-baiknya. Ia sering bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai masalah-masalah kepercayaan, pandangan hidup, mengenai kaidah-kaidah sosial, politik dan sebagainya. Dengan demikian ia berpikir lebih matang, pengalaman dan pengetahuannyapun makin luas, pandangannya juga cukup jauh pula. Ia dapat mempertahankan pendapatnya itu dengan logika dan argumentasi yang kuat , dengan gayanya yang khas dan sudah cukup dikenal.
Dengan intelegensia dan kemampuan semacam itulah Dr. Haekal menulis bukunya itu. Dalam kata pengantarnya ia menyebutkan:
“Sungguhpun begitu saya tidak beranggapan, bahwa saya sudah sampai ke tujuan terakhir dalam menyelidiki sejarah hidup Muhammad. Bahkan barangkali akan lebih tepat bila saya katakan, bahwa saya baru dalam taraf permulaan mengadakan penyelidikan dengan metoda ilmiah yang baru dalam bahasa Arab ini.
Mungkin pembaca akan terkejut bila saya katakan, bahwa antara dakwah Muhammad dengan metoda ilmiah modern mempunyai persamaan yang besar sekali. Metoda ilmiah ini ialah mengharuskan kita –apabila kita hendak mengadakan suatu penyelidikan– terlebih dulu kita membebaskan diri dari segala prasangka, pandangan hidup dan kepercayaan yang sudah ada pada diri kita, yang berhubungan dengan penyelidikan itu. Di situlah kita memulai dengan mengadakan observasi dan eksperimen, mengadakan perbandingan yang sistematis, kemudian baru dengan silogisma yang sudah didasarkan kepada premisa-premisa tadi. Apabila semua itu sudah dapat disimpulkan, maka kesimpulan demikian itu pun dengan sendirinya masih perlu dibahas dan diselidiki lagi. Tetapi bagaimanapun juga ini sudah merupakan suatu data ilmiah selama penyelidikan tersebut belum memperlihatkan kekeliruan. Metoda ilmiah demikian ini ialah yang terbaik yang pernah –dicapai umat manusia demi kemerdekaan berpikir. Metoda dan dasar-dasar dakwah demikian inilah yang menjadi pegangan Muhammad”.
Bahwa metoda demikian ini adalah metoda Qur’an, hal itu sudah tidak perlu diragukan lagi. Bagi Qur’an rasio harus menjadi juru penengah, sedang yang harus menjadi dasar ilmu ialah pembuktiannya. Qur’an mencela sikap meniru-niru buta dan mereka-reka yang hanya didasarkan pada prasangka. “Dan bahwa prasangka itu tidak berguna sedikit pun terhadap kebenaran”1 Mengkultuskan suatu kebiasaan, yang hanya karena dilakukan oleh nenek moyang, juga dicela. Qur’an mengharuskan orang berdakwah itu dengan pikiran yang bijaksana. Kekuatan mujizat Muhammad s.a.w. hanyalah dalam Qur’an, dan mujizat ini sungguh rasionil adanya.
Sajak Bushiri2 berikut ini memang indah sekali:
Tidak sampai kita dicoba Yang akan meletihkan akal karenanya Sebab sayangnya kepada kita Kita pun tak ragu, kita pun tak sangsi.
Kalau cara pembahasan demikian ini merupakan suatu cara yang baru, memang suatu hal yang tak dapat dielakkan. Dr. Haekal sudah bergaul dengan ulama dan sarjana-sarjana lain dalam hal ini. Dan memang ini pula cara Qur’an seperti sudah dikatakannya tadi. Dan memang itu pula yang pernah ditempuh sarjana-sarjana Islam dahulu. Coba kita lihat misalnya buku-buku ilmu kalam (teologi spekulatif); mereka menentukan, bahwa kewajiban kita pertama ialah mengenal Tuhan (ma’rifatullah). Yang lain berkata: Tidak. Yang pertama harus ditempuh ialah syak (skepsis). Lalu tak ada jalan lain untuk mencapai ma’rifat (connaissance) itu kecuali dengan pembuktian. Dan kalaupun itu dapat digolongkan ke dalam pengertian syllogisma namun premisa-premisanya harus sudah pasti dan dapat dirasakan, dan secara intuitif akhirnya dapat pula dipahami berdasarkan pengalaman yang sempurna dan dapat dipastikan sungguh-sungguh, seperti sudah biasa dikenal dalam logika. Setiap kesalahan yang dapat menyusup ke dalam premisa-premisa itu atau ke dalam bentuk penyusunannya, dapat merusak pembuktian tersebut.
Yang menempuh jalan demikian ini ialah Imam Ghazali. Dalam salah satu bukunya ia mengatakan, bahwa terlebih dulu ia membebaskan diri dari segala macam konsepsi. Kemudian baru ia berpikir dan menimbang kembali, menyusun kembali lalu membuat beberapa perbandingan. Dikemukakannya beberapa argumentasi, diujinya dan dianalisa. Dari semua itu kemudian ia memperoleh petunjuk, bahwa Islam dan tuntunan yang diberikan menurut konsepsi Islam adalah benar. Imam Ghazali melakukan ini guna menghindarkan hal-hal yang bersifat taklid. Ia ingin membina keimanannya itu atas dasar iman yang pasti, yang berlandaskan argumen dan pembuktian, yakni iman yang kebenarannya sudah menjadi pegangan kaum Muslimin tanpa ada khilafiah.
Juga dalam buku-buku ilmu kalam tidak sedikit kita jumpai kisah abstraksi (pembebasan diri dari segala kepercayaan dan konsepsi) yang sudah biasa dikenal dalam rukun iman itu, kemudian dibahas dan ditinjaunya kembali. Abstraksi adalah cara yang sudah lama ada, juga dengan cara-cara eksperimen dan penyelidikan sudah lama ada. Eksperimen dan penyelidikan yang sempurna ialah hasil daripada suatu observasi. Semua itu bagi kita bukan barang baru. Akan tetapi cara-cara lama ini, baik dalam teori maupun praktek, yang subur di Timur hanyalah cara-cara taklid dengan mengabaikan peranan rasio. Sesudah kemudian oleh orang Barat dikeluarkan kembali dalam bentuk yang lebih matang sehingga dapat dimanfaatkan –baik dalam teori ataupun praktek– kitapun lalu kembali mengambil dari sana. Demikian juga dalam ilmu pengetahuan kita menganggapnya sebagai sesuatu yang baru pula.
Ketentuan ilmiah dalam cara penyelidikan demikian ini sudah cukup dikenal, baik yang lama maupun yang modern. Untuk sekedar mengetahui memang mudah, tapi melaksanakannya itulah yang sulit. Orang tidak banyak berselisih pendapat mengenai pengetahuan tentang hukum, misalnya. Tetapi dalam melaksanakan ketentuan hukum itu, pendapat orang jauh sekali berbeda-beda.
Membebaskan diri dari konsepsi, observasi dan eksperimen, induksi dan deduksi, adalah kata-kata yang mudah. Akan tetapi bagi orang yang sudah begitu jauh hanyut dalam beban warisan yang sudah mendarah daging, dalam beban lingkungan, dalam rumah tangga, dalam desa, kota, negara atau dalam sekolah, tekanan-tekanan kepercayaan yang sudah ada, temperamen, kesehatan, penyakit serta segala macam nafsu, bagaimanakah akan dengan mudah melaksanakannya? Di sinilah terletak penyakit itu, dahulu dan sekarang. Itu pula sebab timbulnya bermacam-macam aliran dan berubah-ubahnya pendapat, berpindah-pindah dari daerah ke daerah lain, dari bangsa kepada bangsa lain. Seperti juga kaum wanita yang berganti mode, filsafat dan peradaban pun berganti corak, generasi demi generasi. Dan jarang sekali ada sesuatu yang tak lapuk di hujan tak lekang di panas. Bahkan perubahan itu berjalan sesuai dengan kaidah-kadiah ilmu pengetahuan yang sejak berabad-abad tidak pernah diragukan. Terhadap teori relativitas misalnya, para sarjanapun goyah dan cepat-cepat merombaknya. Pendapat-pendapat tentang patologi, tentang terapi, tentang gizi, semua ini masih dalam proses yang berubah-ubah. Demikian juga apabila kita perhatikan pelbagai macam produk otak manusia tidak pernah stabil sebelum disertai pembuktian dengan syarat-syarat yang cukup.
Akan tetapi apa artinya semua ini meskipun sudah dilengkapi dengan segala pembuktian, bila dibandingkan dengan yang lain, yang sudah penuh dengan segala macam prasangka dan angan-angan, yang sudah sarat oleh pikiran-pikiran yang sakit atau di bawah tekanan politik. Hal inilah yang diketengahkan oleh para ulama dan sarjana yang gemar mengadakan pertentangan dengan pihak lain, dengan melahirkan aliran-aliran dan pendapat-pendapat demikian itu! Kekacauan pikiran ini mungkin akan mengurangi semangat ulama atau sarjana-sarjana yang hanya mendewa-dewakan akal semata. Dan pada waktunya akan mengalihkan pandangan mereka kepada kebenaran dan keimanan, yakni wahyu yang sebenarnya, yaitu Qur’an Suci dan Sunah yang sahih.
Baiklah, sekarang kita kembali kepada Dr. Haekal dan bukunya ini.
Beberapa ahli ilmu kalam mengatakan, bahwa dengan memperhatikan astronomi dan anatomi jelas sekali menunjukkan sempurnanya kodrat Ilahi tentang susunan alam ini. Dan sayapun memperkuat pendapat ini, bahwa ilmu pengetahuan dan penemuan mengenai ketentuan-ketentuan serta segenap rahasia alam semesta inipun akan menjadi pendukung agama, akan memperdekat pikiran manusia menempuh jalan pengertian yang tadinya masih kabur, yang tadinya masih di luar jangkauan otaknya. Akhirnya akan dapat memahami, sejalan seperti yang difirmankan Tuhan: “Akan segera Kami perlihatkan bukti-bukti Kami dalam segenap penjuru alam dan dalam diri mereka sendiri, sehingga ternyata bagi mereka bahwa inilah Kebenaran itu. Belum cukupkah, bahwa Tuhanmu menjadi Saksi atas segalanya?3
Soal-soal elektro dan segala yang dihasilkannya seperti penemuan-penemuan lainnya, membantu otak kita memahami adanya perubahan benda kepada tenaga dan tenaga kepada benda. Demikian juga spiritualisma telah banyak menerangkan hal-hal yang tadinya masih dipersengketakan; ternyata ini membantu memahami adanya pembebasan ruh dan kemungkinan terpisahnya ruh itu serta memahami kecepatan yang dimiliki ruh itu menempuh jarak yang jauh. Dr. Haekal telah memanfaatkan hal ini dalam mengartikan kisah Isra dengan cara yang agak baru. Rasanya akan terlalu panjang saya bicara bila harus menguraikan faedah yang akan kita peroleh dari buku Dr. Haekal ini. Cukuplah kalau saya sebutkan secara keseluruhan saja. Orang akan melihat sendiri keindahannya, akan menikmati sendiri hasil pikirannya yang didasarkan kepada bahan-bahan yang otentik itu, didasarkan kepada pemikiran yang logis, yang didukung oleh bawaan sewajarnya. Orang akan melihat bahwa Dr. Haekal sungguh jujur dalam mencari kebenaran, keyakinan memenuhi kalbunya akan hidayah dan nur yang dibawa dalam wahyu Muhammad, akan keindahan, kebesaran, suri-teladan dan kemuliaan yang terdapat dalam biografi Nabi s.a.w. Ia sudah yakin seyakin-yakinnya, bahwa agama yang dibawa Muhammad inilah yang akan mengangkat umat manusia dari sarang kebalauan dan kebingungan, yang akan mengangkat mereka dari kegelapan materi, dan menyinari mata hati mereka dengan cahaya iman, mengantarkan mereka kepada Nur Ilahi. Mereka akan menyadari betapa luas rahmat Tuhan yang meliputi segalanya itu, betapa besar keagunganNya, seluruh langit dan bumi memuliakanNya dan segala yang ada memuliakanNya; betapa besar kekuasaanNya, segala yang ada menjadi kecil di hadapanNya.
Seperti dikatakannya: “Dengan melihat lebih jauh dari itu saya berpendapat, penyelidikan demikian sudah seharusnya akan mengantarkan umat manusia ke jalan peradaban yang selama ini dicarinya. Apabila pihak Nasrani di Barat merasa dirinya terlampau besar akan mendapatkan cahaya baru itu dari Islam dan dari Rasul, lalu menantikan cahaya itu akan datang dari teosofi India dan dari pelbagai macam aliran di Timur Jauh lainnya, maka orang-orang di Timurpun, baik umat Islam, Yahudi atau Kristen, layak sekali bertindak mengadakan penyelidikan berharga ini, dengan sikap yang bersih dan jujur, yakni satu-satunya cara yang akan mencapai kebenaran.
Cara pemikiran Islam yang pada dasarnya adalah pemikiran ilmiah menurut metoda modern dalam hubungan manusia dengan lingkungan hidup sekitarnya, yang dari segi ini realistik sekali, berubah menjadi pemikiran yang subyektif ketika masalahnya menjadi hubungan manusia dengan alam semesta dan Pencipta alam”.
Dan katanya lagi: “Akan tetapi adanya gejala-gejala akan lenyapnya paganisma yang sekarang menguasai dunia kita, mengemudikan kebudayaan yang berkuasa sekarang (the ruling culture), tampak jelas sekali bagi setiap orang yang mau mengikuti jalannya sejarah dan peristiwa-peristiwa dunia. Apabila secara khusus dipelajari sungguh-sungguh sejarah hidup Muhamnad itu sebagai Nabi serta ajaran-ajarannya, masanya serta revolusi rohani yang terbesar ke seluruh dunia, barangkali gejala-gejala ini akan makin jelas di depan mata dunia, bahwa masalah-masalah rohani ini timbul dari pengaruh sebagai peninggalannya.”
Dan keyakinan ini diperkuat oleh kenyataan, bahwa apa yang sekarang dapat dilihat dari perhatian pihak Barat terhadap penyelidikan peninggalan-peninggalan Timur serta perhatian para sarjana mengadakan studi tentang Islam dari segala seginya, tentang umat Islam masa kini dan masa lampau serta kesadaran sebahagian mereka terhadap diri Nabi s.a.w., ditambah pula oleh pengalaman yang memperkuat, bahwa kebenaran pasti akan menang, –semua itu menunjukkan bahwa Islam akan mengembangkan panjinya ke segenap penjuru dunia, dan orang yang kini sangat keras memusuhinya, dia juga nanti yang akan menjadi orang paling bersemangat membelanya, dan mereka yang tadinya masih asing itu akan menjadi kawan seperjuangan pula. Sebagaimana pada mulanya Islam mendapatkan pembelaan dari orang-orang asing (dari luar) lingkungan masyarakat tempat kelahirannya, juga akhirnya orang-orang asing (luar) dari bahasa dan tanah airnya itu yang akan membelanya. Islam telah dimulai secara asing dan akan kembali asing seperti pada mulanya. Maka bahagialah orang-orang yang asing itu!
Apabila Nabi s.a.w. adalah Nabi penutup dan takkan ada lagi di dunia ini seorang penunjuk dan pembimbing lain sesudah dia, dan agamanyapun agama yang sempurna sebagaimana ditegaskan oleh wahyu, maka tidak mungkin keadaannya akan berhenti sampai di situ saja seperti selama ini. Cahayanya pasti akan pudar oleh yang lain, sama halnya seperti bintang-bintang yang jadi pudar oleh sinar matahari.
Dr. Haekal yang merangkaikan peristiwa-peristiwa itu satu sama lain memang tepat sekali. Bukunya inipun ternyata disusun dalam komposisi dan gaya yang teratur dan kuat. Diterangkannya alasan-alasan, maksud dan pertimbangannya dengan keterangan yang jelas dan kuat sekali, membuat pembaca merasa puas dan lega, merasa ada gairah dalam membaca, merasa sejuk hatinya karena dapat diyakinkan. Ia akan terpengaruh, akan dipaksanya terus membaca dan takkan melepaskannya sebelum selesai.
Dalam buku ini terdapat beberapa penyelidikan berharga di luar penulisan biografi, tetapi yang ada hubungannya dengan soal itu yang terbawa oleh adanya penguraian lebih luas dalam memberikan keterangan itu.
Saya sudahi pengantar saya ini dengan ucapan Rasulullah –salam baginya dan bagi keluarganya yang suci serta sahabat-sahabatnya: “Aku berlindung kepada Nur WajahMu, yang telah menyinari kegelapan, dan karenanya membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat – daripada kemurkaanMu yang akan Kautimpakan kepadaku, atau kebencianMu yang akan Kauturunkan kepadaku. KeridaanMu juga yang kuminta. Tak ada suatu daya upaya kalau tidak dengan Allah.”